Breaking

Selasa, 24 September 2019

Dengan Diklat Ponek , Adalah Salah Satu Cara Untuk Peningkatan Pelayanan Berkualitas


Peduli Rakyat News | Jember,- Pemerintah Kabupaten Jember melakukan kegiatan diklat untuk peningkatan pelayanan Kompetensi Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) bagi ASN rumah sakit daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019 .

Kegiatan (Ponek) itu sendiri bertujuan untuk peningkatan pelayanan masyarakat . Asisten  perekonomian dan pembangunan , Arismaya Parahita , SP berkesempatan membuka  kegiatan diklat tersebut .

Kegiatan diklat (Ponek) yang ditujukan untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jember ini berlangsung di Aula Pusdiklat Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM di Jl. Nusantara No 16 Kompleks GOR Kaliwates, Senin, 16 September 2019 .

Arismaya dalam sambutannya mengatakan , angka kematian Ibu dan Bayi baru lahir di Indonesia yang masih tinggi .

“ Karena itu , pemerintah terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai upaya pelayanan kesehatan agar semakin berkualitas yakni diantaranya dengan peningkatan pelayanan Ponek , ” jelas Arismaya .

Pemerintah Kabupaten Jember kembai menyelenggarakan diklat peningkatan kompetensi Ponek bagi rumah sakit . Hal tersebut dilakukan untuk menunjang peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat .

“ Karena sebuah rumah sakit harus memiliki kompetensi yang tinggi dalam memberikan pelayanan dan memiliki SDM yang mencerminkan penguasaan pelayanan di bidangnya , " kata Arismaya .

Untuk Diklat Ponek ini sendiri juga sejalan dengan program bupati , yaitu menciptakan Jember Sehat . Dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir adalah salah satu pokok terpenting .

“ Programnya sudah dilakukan secara menyeluruh . Bupati Faida serius menangani masalah AKI dan AKB , ” ungkap Arismaya yang juga mantan Kepala Dinas Ingkungan Hidup ini .

Kegiatan diklat ini diharapkan menjadi momentum yang baik dalam meningkatkan pengetahuan , wawasan dan keterampilan dalam pelayanan Ponek bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Jember untuk diaplikasikan dalam tugas sehari-hari .

Yuliana Harimurti, SE, M. Si sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Jember melaporkan , salah tujuan diklat Ponek yaitu mencegah risiko reproduksi melalui upaya promosi kesehatan dan mempersiapkan layanan kegawatdaruratan obstreti dan neonatal .

Serta , sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan petugas pelayanan kesehatan terhadap situasi dan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi setiap saat .

Sebanyak 21 ASN rumah sakit daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten jember mengikuti Diklat Ponek ini  .

Drs Didiek Dwiyanto, MM sebagai Kepala Bidang Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur menyampaikan , apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang memiliki komitmen meningkatkan kompetensi ASN melalui program diklat di berbagai bidang, salah satunya di bidang kesehatan yakni diklat Ponek .

Didiek Dwiyanto mengatakan , awalnya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi , WHO mencanangkan program save motherhood dengan slogan making pregency safe (MPS) .

MPS didalam terdapat 4 pilar penting yaitu salah satunya adalah pelayanan obstreti , neonatal dan emergensi yang bertujuan menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat obstreti .

Harapannya adalah dengan diklat Ponek ini dapat menangani lebih serius pelayanan pencegahan dan penanganan komplikasi persalinan pada setiap ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti dokter , bidan dan perawat .

“ Komplikasi berasal pada saat ibu hamil , persalinan dan nifas . Maka dari itu , yang dilakukan tenaga kesehatan harus sesuai SOP agar tidak membahayakan keselamatan jiwa pasien ibu dan bayi , "  kata Didiek Dwiyanto .
(Nu2g)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman