Kontroversi Pimpin BUMN, Begini Penjelasan Ahok



Kabar  Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk ke dalam  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengejutkan banyak orang. Hal tersebut menimbulkan reaksi pro kontra dari berbagai pihak, mulai dari para menteri hingga kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Ada yang menolak, ada pula yang mendukung.Yang mendukung yakin dan percaya akan kemampuan Ahok selama ini sehingga diberi kesempatan mengelola sebuah perusahaan besar sekelas BUMN. Sedangkan yang menolak juga mempunyai beragam alasan.

Digadang-gadangkan bakal jadi bos BUMN, Ahok memang disebut akan mengepalai salah satu perusahaan yakni Pertamina atau PLN. Kabar soal Ahok bakal jadi bos BUMN itu pertama kali muncul kala dirinya mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk bertemu Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (12/11/2019).

Ahok mengungkapkan pertemuannya dengan Erick Thohir membicarakan soal perusahaan BUMN. Namun  demikian, ia belum mengungkapkan lebih jauh jabatan maupun posisi yang akan didudukinya nanti.

"Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja, Saya cuma diajak masuk ke salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara saya pasti bersedia. Apa saja boleh yang penting bisa bantu negara," jelas Ahok.

Sementara itu, Kabar tentang Ahok akan pimpin satu BUMN dibenarkan Presiden Jokowi. Menurutnya publik telah mengetahui kinerja Ahok sehingga layak untuk di beri kesempatan. Namun Ia mengatakan semua perlu dan masih proses.

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok. Jadi, ini masih dalam proses seleksi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

 (***)

Posting Komentar

0 Komentar