Breaking

Sabtu, 14 September 2019

Aliansi Rakyat Miskin Tolak Politik Dinasti Yang Membunuh Demokrasi


Peduli Rakyat News.com - Banyuwangi
Politik dinasti akan membunuh demokrasi. Saatnya rakyat bersama parpol yang masih punya nurani bergerak bersama menolak politik dinasti.

"Demokrasi itu kan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat dari latar belakang apa pun, apakah dia dari kalangan elite atau masyarakat biasa supaya bisa berpartisipasi baik sebagai pemilih maupun orang yang dipilih. Dengan munculnya politik dinasti justru mengingkari demokrasi itu sendiri," kata Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM) Muhammad Helmi Rosyadi, Sabtu (14/9).

Politik dinasti membuat kekuasaan hanya beredar atau berputar di kalangan keluarga tertentu. Ini indikasi bahwa demokrasi tidak berjalan di jalan yang baik dan ada kecenderungan pembunuhan demokrasi, karena orang dipilih bukan karena kapasitas tapi karena ada hubungan dengan keluarga orang tertentu.

"Karena itu saya kira salah satu gerakan yang harus didorong sekuat mungkin oleh LSM dan Parpol adalah dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada setiap warga negara berpartisipasi aktif pada setiap konstestasi politik. Jangan biarkan politik dinasti menutup ruang partisipasi publik," tegas aktivis yang juga Ketua Lingkar Studi Kerakyatan (LASKAR) ini.

Di beberapa tempat di dunia memang ada bapak dan anak jadi presiden di periode yang berbeda. Namun di luar negeri seperti Amerika Serikat ada pendidikan politik yang secara alamiah ditanamkan.

"Seperti Hillary, orang tahu dia jadi senator di New York sekian tahun, kemudian dia ikut konvensi Partai Demokrat. Jadi Hillary maju bukan karena dia istri Clinton tapi karena dia punya kemampuan diri sendiri untuk maju," paparnya.

"Namun yang terjadi di kita justru sebaliknya, politik dinasti dibangun untuk tujuan kepentingan keluarga, melindungi bisnis keluarga, hanya untuk kepentingan kekuasaan semata, jadi menurut saya buruk sekali. Jadi tidak ada alasan bagi kita tidak memerangi politik dinasti," pungkasnya.
(Rip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman