Breaking

Minggu, 11 Agustus 2019

Wabup Muqit Arief : Aksi Aliansi Santri Jember Itu Bentuk Penegasan Identitas Kabupaten Jember Sebagai Kota Religius


Peduli Rakyat News | Jember,- Puluhan santri yang beraksi Rabu , 07 Agustus 2019 , itu tergabung dalam Aliansi Santri Jember. Mereka menyampaikan keprihatinan atas tampilan talent atau pesohor Grand Carnival JFC pada Minggu , 04 Agustus 2019 yang lalu .

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat menemui aksi santri tersebut , meminta para santri untuk tetap menemani Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan kontrol .

“ Tetap ditemani , dikontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember , ” kata Wabup Muqit Arief kepada puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember .

Wabup Muqit Arief mengatakan , aksi yang dilakukan para santri itu merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat Jember . Lebih dari itu , aksi Aliansi Santri Jember itu bentuk penegasan identitas Kabupaten Jember sebagai kota religius , ungkapnya .

Oleh sebab itu , Wabup Muqit Arief memberikan apresiasi atas kehadiran para santri yang menggelar aksi damai tersebut .

Wabup Muqit Arief menjelaskan , terkait aspirasi para santri bahwa Pemkab Jember telah menggelar koordinasi dengan pihak manajemen JFC bersama pengurus PCNU Jember , PCNU Kencong , Muhammadiyah , Al-Irsyad , MUI , LPAI , FPI dan lainnya .

Dalam pertemuan yang digelar Selasa , 06 Agustus 2019 itu , pihak JFC menyampaikan bahwa masukan-masukan dari para tokoh beberapa tahun lalu sudah menjadi pegangan JFC untuk tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran dan akan disesuaikan dengan tradisi di Jember .

“ Hanya saja , ada teledor karena ada tamu yang ingin menghormati almarhum Dynand Fariz menjadi talent JFC , tapi  pihak JFC tidak mengetahui kostum yang akan dikenakan . Ternyata busana kurang bagus untuk dilihat dan membuat masyarakat Jember resah , ” terang Wabup Muqit Arief .

Oleh sebab itu , JFC dan Pemerintah Kabupaten Jember sudah minta maaf kepada para kiai dan tokoh masyarakat . Pihak JFC pun berjanji hal seperti itu tidak akan terulang kembali .

Untuk kedepannya , JFC akan mempresentasikan kostum yang akan ditampilkan kepada para tokoh di Jember untuk menghindari masalah serupa terjadi .

“ Kegiatan apa saja yang digelar di Jember jangan sampai mengubah tradisi di Jember yang sangat melekat dengan budaya pesantren , ” pesan Wabup Muqit Arief .

Fathurrahman selaku koordinator aksi kepada wartawan menyampaikan bahwa persoalan tentang kostum yang dipakai pesohor JFC telah selesai .

“ Ketika JFC dibumbui oleh hal yang kurang pantas untuk ditontonkan , kami harus bersikap , ” kata Fathurrahman.

Fathurrahman pun mengungkapkan dukungannya bagi JFC untuk dilestarikan . Namun , ia juga menyayangkan pada tahun ini terjadi keteledoran .

(Nu2g)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman