Breaking

Senin, 06 Mei 2019

Syukuran Nganyari Pasar , Menandai Pasar Tradisional Yang Sudah Direhap

Ket.foto : Ratusan pedagang berfoto bersama dengan Bupati

Peduli Rakyat News | Jember,-Bertempat di Aula PB Soedirman Pemkab Jember , Sabtu 4 Mei 2019 , Pemerintah Kabupaten Jember menggelar acara Syukuran Nganyari Pasar . Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pesagang pasar tradisional yang bertujuan untuk menandai tahap penempatan pasar tradisional yang sudah direhap .
Ket.foto : Bupati Faida saat memberikan sambutannya

Dalam kesempatan itu , hadir pula Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief serta Kepala Cabang BTN Jember Holi Osri . Di dalam hal ini , BTN menjadi mitra pemerintah dalam mengelola dana retribusi pasar tradisional tersebut .

Dalam kesempatan itu , Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan program revitalisasi yang dimulai pada tahun 2018, dengan merevitalisasi 12 pasar menggunakan anggaran sebesar Rp. 90 - 100 miliar .

Bupati Faida menjelaskan , sembilan dari 12 pasar tersebut , sudah siap untuk ditempati . Pedagang yang direlokasi di pasar penampungan sementara bisa pindah . Maka dari itu , tiga pasar sudah bisa memulai tahap pemindahan dagangan .

"Hari ini kita melakukan selamatan nganyari pasar bersama pedagang supaya pasar yang baru ini akan berkah , pembeli dan pedagang bisa senang," kata Bupati Faida .

Di dalam tahun 2019 ini , pemerintah akan menyelesaikan lagi 15 revitalisasi pasar tradisional lainnya . Khusus Pasar Tanjung , yang menjadi pasar induk , membutuhkan empat tahap renovasi .

"Hari ini saya melihat para pedagang kita bergembira. Namun ada juga yang belum bisa pindahan ," jelas Bupati Faida kepada ratusan pedagang pasar tradisional yang hadir tersebut .

Bupati Faida menambahkan , untuk pedagang yang belum bisa pindah seperti pedagang ayam hidup , yang belum mendapatkan tempat dan akan mengikuti revitalisasi pasar burung .

Bupati Faida menegaskan bila pindahan ini bukan sekedar pindahan . Pindahan ini juga menata ulang , dengan mengelompokkan pedagang menurut bahan dagangannya .

Ini untuk memudahkan pembeli mencari kebutuhannya . Pindahan ini juga sekaligus untuk memperbaiki manajemen keuangan pasar .

Salah satunya bekerjasama dengan perbankan untuk e-retribusi . "Sekarang retribusi tidak lagi bayar ke orang per orang, tetapi cukup pakai kartu e-retribusi," terang Bupati Fiada .

Dengan sistem e-retribusi , begitu pedagang membayar maka langsung masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Jember . "Untuk uji coba dilakukan di tiga pasar tradisional. Setelah uji coba selesai akan dilakukan di semua pasar , " ungkap Bupati Faida .

Dalam tahun 2019 ini , Pemerintah Kabupaten Jember menganggarkan sekitar Rp. 170 milyar untuk revitalisasi pasar tradisional .

Bupati Faida menjelaskan jika revitalisasi ini juga akan membuat pedagang yang ada di pinggiran bisa berjualan di lapak yang terletak di lantai dua . Sementara lahan yang biasa dibuat lapak bisa menjadi perluasan parkir . Para pedagang yang pindahan ini tidak perlu membayar untuk mendapatkan kios . Kios tidak diperjualbelikan , cukup membayar retribusi . Apabila tiga bulan berturut-turut tidak ditempati maka ditarik menjadi aset pemerintah ," jelasnya .

Holi Osri mengatakan , pihaknya menyiapkan mesin retribusi di tiga pasar yang sudah bekerjasama yaitu Pasar Patrang , Umbulsari dan Mangli .

"Kami menyiapkan mesin , termasuk dengan aplikasinya yang sifatnya online dengan sistem pembukuan Pemda ," terangnya .

Dalam prosesnya , BTN memberikan kartu kepada pedagang untuk alat membayar retribusi . "Cukup tap pada mesin yang sudah disediakan, selanjutnya akan terpotong saldo yang ada di kartu , " . Di pasar Mangli sudah terbagi 91 kartu e-retribusi , jelas Holi Osri .

" Mereka nanti menabung ke BTN dan petugas kami setiap hari keliling ke pasar . Kami siap mendukung Pemkab untuk menambah mesin baru ketika Pemkab sudah siap , " pungkas Holi Osri .
Nu2g

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman