Breaking

Rabu, 13 Maret 2019

Bupati Faida Targetkan 2 Minggu Selesai dalam Proses Pembangunan Tangkis Sungai Tanggul

Bupati Faidah dilokasi jebolnya Tanggul

Peduli Rakyat News | Jember,- Pada tanggal 3- Januari 2019 Setelah beberapa pekan yang lalu, tangkis sungai tanggul jebol dan mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Kencong terendam banjir. Pemerintah Kabupaten nampaknya telah menargetkan 2 minggu, agar tangkis sungai tanggul bisa diperbaiki.

Bupati Faida menyampaikan saat meninjau langsung pembangunan tangkis sungai Tanggul di Kecamatan Kencong, tadi sore, 3/1.

Didampingi oleh beberapa pejabat Pemkab Jember, Camat Kencong, dan Dandim 0824 Jember. Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, menegaskan bahwa pembangunan tangkis ini harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat disekitar sungai tanggul ini bisa kembali tenang dan merasa aman.

“Terpenting bisa tertutup dulu, aman supaya warga bisa merasa tenang , kembali bekerja, dan berikutnya akan dievaluasi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Faida yang mendapatkan keluhan terkait sumur-sumur warga yang tidak bisa digunakan. Bupati Faida juga langsung meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan PMI Jember agar segera melakukan pengurasan sumur-sumur warga yang tercemar.

“Untuk sumur sumur warga, karena jumlahnya terlalu banyak, saya perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk segera menyelesaikan pembersihan sumur-sumur warga sampai tuntas seperti sediakala. Sehingga, warga bisa mendapatkan air bersih lagi. Air bersih adalah kebutuhan yang sangat mendasar”, tegasnya.

Hal ini, lanjutnya, termasuk untuk rumah yang rusak berat, akan diperbaiki langsung saat ini. agar bisa dihuni.

“Pemerintah berupaya juga untuk memulihkan semangat masyarakat Kencong dan Gumukmas. Upaya ini dilakukan dengan memprioritaskan pembangunan fasilitas infrastruktur. Tujuannya, supaya kegiatan perekonomian bisa pulih kembali”, Ujara Bupati Faida.

Banjir yang terjadi kemarin, ungkap Faida, tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih dan tempat tinggal saja. Akan tetapi, juga telah merusak lahan persawahan dan pertanian, sehingga perlu dilakukan normalisasi pertanian diwilayah tersebut. Untuk itu, lanjutnya, Pemkab Jember berinisiatif untuk mengumpulkan para petani usai masalah bencana banjir teratasi, untuk mengajak para petani bergotong royong dalam rangka pemulihan persawahan dan pertanian masyarakat.
“Ini harus segera dilakukan agar masyarakat yang mayoritas petani ini, bisa kembali bercocok tanam”, Pungkasnya
Nu2g

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman