Breaking

Sabtu, 02 November 2019

PULUHAN WARGA LAPORKAN MANTAN KADES SUMBER KENCONO KE POLRES BANYUWANGI


Peduli Rakyat News.com - Banyuwangi

Puluhan warga Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo bersama-sama mendatangi Polres Banyuwangi dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Sugeng Setiawan, S.H, Melaporkan delik aduan, yakni Mantan Kepala Desa dan mantan Sekretaris desa Sumber kencono kecamatan wongsorejo periode tahun 2010 terkait dugaan pemalsuan Akta tanah kepada warganya.

Menurut keterangan warga Sumber Kencono sekaligus pelapor yang enggan di sebut namanya memaparkan, bahwa mereka kecewa terhadap mantan kepala desa dan sekretaris Desa Sumber Kencono kecamatan Wongsorjo yang dianggap telah menipu puluhan warga yang membuatkan akta tanah, ternyata akta tanah yang di bagikan kepada warga itu bukan akta tanah yang legal dan sudah selesai, namun itu masih Draf pengajuan akta tanah ke Petugas Pembuat Akta Tanah Sementara ( PPATS)  kecamatan.

Padahal mereka sudah mengeluarkan biaya yang fariatif antara Rp.  1.000.000 – 2.000.000.

Hal ini diperkuat keterangan Kuasa Hukum mereka Sugeng Setiawan, S.H, saat mendampingi ke Polres Banyuwangi bahwa klien-nya   di berikan akte tanah yang masih belum di tanda tangani pejabat PPATS yakni kepala kecamatan sehingga dianggap belum Syah secara undang-undang dan dalam hal ini kliyen-nya mengalami banyak kerugian.

Disini sudah cukup jelas menurut analisa saya ada dugaan semacam pemalsuan data autentik yaitu berupa akte tanah, yang menyangkut pasal 263-264-265 pasal beruntun itu di sini karena apa yang terjadi menimbulkan permasalahan tidak muncul haknya, sebab di situ belum lengkap pengurusan akta tanahnya dan tidak dapat digunakan untuk proses selanjutnya yaitu penyertifikatan.

Analisa saya di situ ketika masyarakat menceritakan kronologis, mengatakan ini pak aktenya sudah jadi, itu di anggap oleh masyarakat awam sudah jadi dan akte ini ketika di ajukan untuk proses selanjutnya ternyata di tolak oleh badan pertanahan Nasional (BPN),  Ya jelas di tolak karena apa yang dibilang lengkap akte itu jika sudah di register dan di tanda tangani oleh pejabat yang berwenang, sedangkan ini belum di tanda tangani pihak PPATS dalam hal ini Camat,

Sedangkan akte yang di pegang warga saat ini belum di tanda tangani pejabat yang berwenang, nah unsur penipuannya disitu, karene ini banyak juga korbannya itu bisa lari kemasalah pekerjaan yaitu menyangkut pasal 379 nya, ini adalah jelas perbuatan yang melanggar hukum.

Di samping itu mantan Sekretaris Desa Kusnan yang saat ini terpilih menjadi Kepala Desa Sumber Kencono yang baru, membenarkan bahwa ada beberapa warga yang mengurus akte tanahnya dengan biaya Rp.  1.000.000 – 2.000.000, ada yang bayar langsung ke saya ada juga ke kepala desa saat itu adapun jumlah saya lupa mas karena terlalu banyak dan sudah lama, imbuh kusnan.

Menurutnya, "jumlah besaran biaya pembuatan akte itu yang menentukan adalah dari pihak PPATS kami hanya melayani saja patokan yang di gunakan sebagai dasar penghitungan besaran biaya adalah luas tanah sementara yang di lihat dari Pipil pajak,  sedangkan akte yang di pegang warga sekarang adalah akte yang belum selesai,  jika warga menginginkan untuk di selesaikan maka warga harus membayar biaya pengukuran tanah dulu baru akte itu selesai" lanjut kusnan.
(Ahm/Team)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman