Breaking

Selasa, 22 Oktober 2019

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Jember Menjadi Momentum Pengembangan Sumber daya Manusia (SDM)


Peduli Rakyat News | Jember,-  Dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di Jember , Pemerintah Kabupaten Jember berharap hal itu menjadi momentum untuk mengembangkan sumber daya manusia . “ Tidak sekedar apel dan kirab, tetapi perlu menyiapkan generasi santri agar bisa mengembangkan sumber daya manusia , ” harap Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief , Selasa , 22 Oktober 2019 .

Jika para santri bisa mengembangkan SDM nya , maka sangat mungkin santri bisa berkiprah mengisi kemerdekaan di berbagai bidang yang ada .

Dan jika biasanya lulusan pesantren hanya mengurus madrasah dan musholla atau masjid , kini saatnya alumni pesantren bisa terjun di berbagai bidang .

Wabup Muqit Arief saat meninjau pameran produk karya santri se Kabupaten Jember yang ditempat di eks Gedung BHS ,  memberikan contoh santri bisa menjadi pengusaha , pegiat sosial , birokrasi dan lain sebagainya .

Disaat ini, Santri pun dituntut dapat menunjukkan kesiapaanya untuk mengisi pembangunan ke depan .

Wabup Muqit Arief mengatakan , baginya salah satu kesiapan yang bisa ditunjukkan para santri ini adalah karya para santri di pondok pesantren yang dipamerkan pada peringatan HSN 2019 ini .

“ Santri tidak hanya cukup dengan pembekalan keimanan dan ketakwaan , kecerdasan , tetapi perlu bekal ketrampilan , ” katanya .

Wabup Muqit Arief mengungkapkan rasa bangganya ketika melihat ada beberapa stand pameran dari pondok pesatren . Sebab , ada beberapa pesantren yang telah bisa menghasilkan produk yang bisa dipasarkan . Terdapat 15 stand dari pesantren dalam pameran ini dan juga 15 lainnya dari UMKM di Jember .

“ Pemkab Jember akan terus mengawal para pelaku UMKM utamanya para santri yang sedang mengembangkan produk-produk hasil karyanya , ” imbuh Wabup Muqit Arief .

Wabup Muqit Arief lebih lanjut mengungkapkan , Pemerintah Kabupaten Jember menggelar 32 kegiatan untuk memperingati HSN tahun ini . Diantaranya Festival Santri , Festival Hadrah Kebangsaan , Dialog tentang UU Pesantren  dan lainnya .

Berbagai kegiatan itu ditujukan untuk mendorong para  santri agar bangkit . Terlebih masih banyak yang harus dilakukan untuk memberdayakan santri di Kabupaten Jember .

Wabup Muqit Arief , terkait Undang-undang Pesantren yang baru saja disahkan , menjelaskan bahwa regulasi ini menegaskan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan pesatren yang ada . Dan saat ini Alumni pesantren juga diakui seperti lulusan lembaga pendidikan yang lain . Momentum keluarnya undang-undang ini harus ditangkap oleh pesantren .

“ Diakui dengan beberapa persyaratan dan adanya materi yang harus diajarkan di pesantren . Pesantren tidak bisa santai-santai berdiam diri . Dengan adanya persyaratan , ini sebagai sebuah tantangan . Pesantren harus jemput bola menyambut upaya pengakuan dari negara. Pesantren harus lebih proaktif , utamanya dalam  rangka menyiapkan SDM yakni para santri , ” pungkas Wabup Muqit Arief .
(Nu2g)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman