Breaking

Rabu, 16 Oktober 2019

Normalisasi Kali Temi, Harapan warga menuju Lumajang Sehat dan Bersih


PedulirakyatNews Lumajang - Bertempat di DAS Kali Temi pusat jantung kota, Bupati Lumajang Sidak untuk melihat langsung kondisi Sungai yang sempat viral di medsos. Selasa ( 15/10/2019 ).

Sejak pukul 08.00 wib, warga RW XI dan RW 4 Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Lumajang sudah berkumpul di pinggir jembatan untuk menunggu kehadiran Bupati Lumajang.

Akhirnya pada pukul 09.30 wib, Cak Thoriqul Haq selaku Bupati Lumajang hadir dan langsung turun ke lokasi sungai, setelah melihat kondisi yang sebenarnya memang sungai sangat dangkal dan perlu sekali normalisasi yang di harapkan warga sekitar aliran sungai biar pada saat musim hujan tidak ada lagi banjir yang memasuki rumah rumah.

Memang di sungai banyak sekali bangunan karamba budidaya ikan yang terbuat dari beton semen, kondisi ada yang masih baik dan ada juga kondisi  yang rusak tidak terawat, untuk itu bila dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat jelas karamba yang terbuat dari beton akan menyulitkan, berharap agar pemilik karamba dan warga bisa musyarawah untuk tidak ada yang di rugikan terkait normalisasi sungai ," tuturnya.

Beliau berdiskusi dengan Ketua RW XI Kel Jogotrunan Solikin, Ketua RT 1 Supriyanto, Ketua RT 2 Muksin ,dan warga RW 4 dan RW XI dan beberapa pemilik karamba, menugaskan Camat Lumajang mengundang pertemuan pertemuan terkait sungai temi dan harapannya agar semua bisa berjalan dengan baik.

Terlihat juga PLT Dinas Lingkungan Hidup,Kepala Kesbangpol,Kepala Dinas Perikanan, Camat Lumajang, Lurah Jogotrunan,Perwakilan dari Dinas pengairan Provinsi Jawa Timur.

Saat awak media mewawancarai Cak Ali selaku RT 3 kelurahan Jogotrunan, sebenarnya laporan dari warga sejak 2 tahun yang lalu, karena tahun 2017 sampai tahun 2018 bila terjadi hujan pasti daerah sekitar sungai di RT 2 dan RT 1 RW XI luapan air sungai masuk ke dalam rumah rumah.

Dan Alhamdulillah sekarang Bupati Lumajang bisa melihat secara langsung kondisi sebenarnya. Harapannya dari hulu sampai hilir ujung  bendungan dan di aliran bawanya untuk segera di normalisasi sungai bagaimanapun caranya , asal selalu berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dan warga. dan beliau memberikan saran mungkin dengan pembuatan "Berem " bisa mengurangi luapan air sungai.

Salah satu pemilik karamba saat bertemu awak media dan minta di rahasiakan namanya, " kalau di hitung dari hulu atas atau dari kelurahan Ditotrunan puluhan karamba yang sudah ada harusnya bila melakukan pembersihan di karamba tanah atau kotoran jangan di buang di sungai tapi harusnya di naikan ke atas ,"

Kepala Dinas Perikanan Lumajang Agus Widarto, saat bertemu dengan insan pers menyampaikan Budidaya karamba dengan menggunakan beton semen pada dasarnya sudah ada lobang lobang untuk aliran sungai bisa masuk dan keluar di karamba tersebut, dan tentunya budidaya karamba ikan ini juga sangat membantu membantu perekonomian dan penambahan gizi.

Seperti karambah di RW 5 Kelurahan Ditotrunan sudah cukup baik dan sering   dikunjungi oleh tamu dari luar kota untuk melihat keindahan dan kebersihan Karambah, serta manfaat warga sekitar atas hasil dari budidaya Karambah ikan air tawar.( Eko Santoso )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman