Breaking

Sabtu, 26 Oktober 2019

Geladi Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi Bali 2019 Digelar Di Jembrana


Peduli Rakyat News | Jembrana, - bertemakan Menuju Masyarakat Tanggap, Tangkas, Tangguh terhadap Bencana, Pemda gelar Geladi Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi Bali di Lapangan Widya Mandala Pergung, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana-Bali, Sabtu (26/10).

Kegiatan Latgulben (Latihan penanggulangan bencana), di gelar demi meningkatkan kesadaran terhadap bencana dan kemampuan penanganan darurat khususnya untuk ancaman gempa bumi dan Tsunami, dimana dalam pelaksanaan latihan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Jembrana terdapat 26 Desa/Kelurahan yang keberadaanya pada Zona Tsunami, dan 6 Desa/Kelurahan masuk dalam kategori  bahaya tinggi.

Latihan kesiapsiagaan dilaksanakan berupa Gladi Lapang, terhadap penanggulangan bencana khususnya dilaksanakan di 4 desa diantaranya Desa Perancak, Desa Air kuning, Desa Yeh Kuning, dan Desa Delodberawah.

Acara diawali dengan Apel, di Pimpin Bupati Jembrana I Putu Artha, selaku Komandan Apel Ka Setum Korem 163/WSA Kapten Inf. Ida Komang Widnyana, serta sebagai Perwira Apel Pasi Pers Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf. Zaenul Eksan.

Di tempat yang sama, tampak hadir tamu undangan, salah satunya Sekretaris Daerah Provinsi Bali diwakili BNPB Pusat bagian Penanggulangan Bencana, puluhan pejabat penting Provinsi Bali, serta Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Ratusan pejabat penting Kabupaten Jembrana.

Di kesempatan kali ini, Bupati Jembrana menyampaikan, Sesuai dengan agenda dari BPBD Provinsi Bali bahwa pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana tahun 2019 setelah melalui tahapan dan proses yang panjang kegiatan ini harus menjadi atensi serius kita bersama persiapkan sejak dini langkah-langkah strategis dan taktis yang perlu diambil sebagai upaya antisipasi atau kejadian kebencanaan yang mungkin akan timbul di daerah, kita implementasi ini dapat nantinya melahirkan output yang berarti bagi pemerintah daerah dalam hal ini sebagai penanggulangan bencana dan stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat.

"Pemerintah melalui undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dengan tegas telah menyebutkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah" ujarnya.

"Dilaksanakan secara terencana terpadu terkoordinasi dan menyeluruh mulai dari tahapan pra bencana dan pasca bencana disamping itu simulasi gempa bumi yang berpotensi tsunami mengharuskan keterlibatan dan peran serta semua kebijakan baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi serta seperti Tim SAR, Basarnas, Kesehatan dan BPBD serta dunia usaha semua tersebut harus bergerak cepat dan tepat mengambil tindakan sesuai dengan tupoksi masing-masing serta mengambil bagian di tiap-tiap cluster dan sektor yang ada serta tidak terlupakan pula peran serta media baik cetak maupun elektronik dalam penanganan kebencanaan" tambahnya.

Sekitar pukul 08.45 hingga Pukul 12.30 Wita latihan simulasi Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami yang terjadi di Kabupaten Jembrana di gelar, yang terdapat di Desa Perancak, Desa Air Kuning, Desa Yehkuning, dan Desa Delodberawah yang mana keempat desa tersebut merupakan zona merah dalam bencana alam Tsunami.

Metode simulasi ini merupakan bentuk uji dalam penangulagan bencana alam gempa bumi yang berpotensi tsunami apabila hal tersebut benar terjadi sehingga masing-masing petugas sudah siap untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.

Kegiatan simulasi di awali adanya Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami yg di informasikan oleh pihak BMKG, dilanjutkan menyalakan sirine tanda bahaya Tsunami/peringatan dini 1,2,3,4, situasi dinyatakan tanggap darurat  sehingga ada beberapa tahapan pengujian yang dilaksanakan kepada pihak terkait dilapangan diantaranya proses evakuasi terhadap warga masyarakat yg berdampak terhadap Terjadinya Gempa dan Tsunami.

evakuasi korban bencana lewat udara dengan menggunakan heli, penanggulangan/evakuasi korban lewat darat menggunakan mobil ambulance dan perahu, penanganan terjadinya kebakaran, pembangunan tenda pengungsian, penyiapan dapur umum, penyiraman di sekitar tenda penampungan yg berdebu, penambahan pasokan air di tenda penampungan, melaksanakan kegiatan belajar mengajar kepada anak untuk mengurangi kejenuhan, kunjungan Bupati dan BNPB pusat, menambah pasokan makanan kepada para korban, seluruh kegiatan simulasi latgulben dibawah kendali Dandim 1617/Jembrana selaku Dansatgas.
(Agus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman