Breaking

Sabtu, 26 Oktober 2019

Diduga ada rekayasa hasil ujian calon kades,bacalaon di Rembang kecewa


Peduli Rakyat News | Pasuruan,- Hasil putusan ujian Akademis  bakal calon kepala desa serentak 11 Oktober 2019 bertempat di GOR Sasana Krida Anoraga Kabupaten Pasuruan,  Surat Putusan yang di terima pada hari kamis, 24 Oktober 2019 di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur di duga ada indikasi rekayasa ketikan dari surat putusan tersebut, di karenakan tidak sesuai dengan kecamatan lainnya, 3 bakal calon yang nilainya paling rendah tidak terima dengan hasil yang menurutnya ada dugaan unsur rekayasa yang telah di terbitkan, Sabtu, (26 Oktober 2019.

Ketiga calon tersebut mengadukan hal ini kepada salah satu warga H. Ismail Marzuki selaku tokoh masyarakat juga pembina di Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) di kabupaten Pasuruan.

Saat di konfirmasi H. Ismail Marzuki mengatakan ke awak media, Temuan ini sudah fakta, saya bersama tiga calon mananyakan masalah tersebut sampai ke UNIBRA Malang menemui  Penguji ujian di pasuruan, Jawaban dari UNIBRA menjelaskan ke kami, bahwa surat yang bapak terima tidak sah, karena nomor urut yang saya berikan bukan ketikan, tapi tulisan tangan, " Kata H. Ismail Mazuki tokoh masyarakat Desa Pandean.

Bakal calon saat di konfirmasi juga menjelaskan,"mas saya itu tidak kecewa, cuma kenapa surat hasil ujian dari UNIBRA tidak sama dengan kecamatan lain, takutnya surat hasil ujian yang kami terima ada dugaan indikasi rekayasa, jadi saya ingin transparan dan keadilan yang ada pada kecamatan Rembang.

Diketahui juga bakal calon yang merasa tidak puas sudah menghadap DPRD Kabupaten Pasuruan,dan mengajukan tuntutan, "kalau sudah seperti ini, saya ingin Pelaksanaan PILKADES Desa Pandean harus di batalkan karena sudah menyalai prosedur dan tidak transparan dengan hasil ujian yang diduga sudah di rekayasa di ganti dengan ketikan sendiri bukan dari LPPM.

Pasalnya,tiga bakal calon kepala desa Pandean,kecamatan Rembang,kabupaten Pasuruan,merasa tidak puas dengan hasil ujian yang diduga ada kejanggalan.Hal ini diungkapkan oleh H.Ismail Marzuki didepan awak media,26/11.

H.Ismail Marzuki selaku tokoh masyarakat dan ia juga menjabat sebagai pembina LP-KPK komcab Pasuruan,mengungkapan kejanggalan surat pemberitahuan hasil ujian yang tidak sama dengan desa di sekitar dengan perbedaan nomer Reg yang ditulis dengan ketikan komputer sedangkan di desa lain ditulis dengan tangan.

"Saya bandingkan antara surat di desa kami dan desa lain tidak sama,No register didesa lain ditulis tangan sedangkan di desa kami di tulis dengan komputer dengan format yang berbeda"jelasnya.
(Hosiin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman