Breaking

Minggu, 02 Juni 2019

Kabupaten Jember Raih Penghargaan Capaian Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial tahun 2019 oleh Gubernur Jawa Timur


Wakil Bupati Muqit Arief saat menerima penghargaan dari Gurbernur Jawa timur

Peduli Rakyat News | Jember,- Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan atas hasil capaian aksi terpadu penanganan konflik sosial tahun 2019 oleh Gubernur Jawa Timur di Grahadi Surabaya , Sabtu , 01 Juni 2019 .
Dalam kesempatan penerimaan penghargaan dari Gurbernur Jawa Timur tersebut , Bupati Jember diwakili oleh Wakil Bupati Jember , Drs. KH. A. Muqit Arief .

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR menyampaikan bahwa penghargaan itu diraih berkat keberhasilan Forkompimda Kabupaten Jember bersama masyarakat dalam mengatasi kerawanan konflik sosial waktu Pemilu 2019 . 

Tidak hanya itu , terdapat beberapa kerawanan konflik sosial di Jember yang telah berlalu yaitu demo guru dan masalah tambang di Silo yang berhasil dilalui dengan aman dan damai .

"Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bupati dan Wakil Bupati , namun atas sinergisitas semua pihak serta kedewasaan masyarakat Jember , bahwa pesta demokrasi adalah hal yang biasa ada yang dan kalah , " tutur Bupati Faida .

Kedewasaan berpolitik inilah yang membantu Pemerintah Kabupaten Jember , hingga menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa . Penghargaan tersebut diserahkan gubernur secara langsung dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila, 01 Juni 2019, di Grahadi Surabaya .

Selain kedewasaan berpolitik , lanjut Bupati Faida penghargaan itu diraih oleh tindakan-tindakan yang telah dilakukan dalam rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial . Rencana aksi terpadu yang telah dilakukan bersama tokoh masyarakat itu berhasil menangani kerawanan konflik sosial dengan baik .

Bupati Faida mengatakan , Kabupaten Jember merupakan wilayah yang cukup banyak memiliki pondok pesantren . Karena itu , Forkompimda terlibat bersama tokoh-tokoh masyarakat mengatasi masalah sosial .

"Bukan pemerintah berhadap-hadapan dengan masyarakat , tetapi pemerintah bersama masyarakat . Bersama mengatasi kerawanan konflik sosial dengan adanya kebhinekaan," ujar Bupati Faida .

Menurut Bupati Faida , sejak dulu Kabupaten Jember dikenal memiliki potensi kerawanan konflik sosial . Tetapi , dari dulu juga dikenal stabilitas sosialnya sangat baik .
Di sisi lain , demo guru tahun ini cukup mereda di Kabupaten Jember .

Organisasi-organisasi guru di Kabupaten Jember sudah sangat sadar , mereka menyadari bahwa mereka memiliki saluran yang lancar untuk melaporkan masalah dan konflik guru . Bahkan , laporan guru masuk langsung ke WA bupati dengan lancar .

"Hal ini bisa ditangani dengan teknologi terkini . Bisa dikomunikasikan dengan cepat dan real time , serta mendapat respon yang sangat baik," tuturnya . Hampir bisa dikatakan , bahwa semua konflik guru bahkan guru asal Jember yang bekerja di luar kota termasuk di luar negeri dapat terkomunikasikan dengan baik dan sebagian bisa teratasi , tegas Bupati Faida .

Di Kabupaten Jember sendiri banyak pegiat media sosial yang membantu mengomunikasikan potensi konflik sosial, termasuk konflik guru yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk ditindaklanjuti , pungkas Bupati Faida .

Nu2g

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman