Breaking

Rabu, 19 Juni 2019

Apa Yang Menjadi Alasan Bupati Faida Dipilih Untuk ke Markas PBB , Berikut Ulasannya


Peduli Rakyat News | Jember,- Kabupaten Jember dipimpin Bupati Jember , dr. HJ. Faida MMR , diam-diam ternyata menjadi perhatian bagi mata . Karena Jember sejak dipimpin Bupati Faida berbagai kebijakan pemerintah daerah semakin berpihak pada Hak Asasi Manuasia (HAM) .

Beranjak dari situlah , Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) yang bermarkas di Jenewa Swiss , mengundang khusus Bupati Jember untuk menjadi satu-satunya delegasi kepala daerah se-Indonesia di forum tersebut , Senin 17 Juni 2019 .

Berikut ini salah satu hal yang sempat disampaikan Bupati Faida yaitu tentang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 Tahun 2018 ,dimana perda tersebut mengatur tentang kesempatan kerja untuk masyarakat lokal di Jember .

"Banyak investasi baru di Jember , namun tidak berarti menjamin kesempatan kerja bagi pekerja lokal. Karenanya, kami terbitkan Perda ," kata Bupati Faida dengan logat bahasa inggrisnya yang begitu khas seperti biasanya ketika mengisi acara ditingkat Internasional .

Tidak hanya itu saja , Surat Keputusan Bupati (SK) Jember tentang alokasi formasi ASN unsur disabilitas minimal 1 persen , juga telah diberlakukan di Jember . "Kami juga pernah menggelar job market khusus perempuan dan disabilitas ," jelas Bupati Faida dengan semangat .

Disamping pekerja lokal , produk lokal Jember juga menjadi perhatian Bupati Faida . Hal ini terbukti dari beberapa investor yang berbisnis di Jember , semua perizinan dipastikan tanpa pungli . Tetapi , syarat mutlaknya para investor harus bersedia ikut menjualkan produk lokal di tempat bisnis yang baru dibuka .

Disisi lainnya , untuk kelompok lansia produktif juga tak luput dari perhatian Bupati Faida . Lansia produktif dan disabilitas , disinergikan sebagai mitra resmi Pemerintah Kabupaten Jember . Tentunya dalam penerapannya disesuaikan dengan keadaan , misalnya dbeberapa kegiatan kedinasan seperti penyediaan katering dan lain-lainnya .

Dibahas juga oleh Bupati Faida dalam acara itu untuk lansia , disabilitas , kelompok masyarakat miskin , Pemerintah Kabupaten Jember menjamin kesehatan dan sekolah gratis bagi mereka . "Asuransi kesehatan dan sekolah kami gratiskan , " tegasnya .

Bahkan di Jember , lanjut Bupati Faida mahasiswa miskin ber-KTP Jember , ditanggung biaya kuliah serta hidupnya . "Kami memasang target 5 ribu masiswa selama 5 tahun . Namun baru 3 tahun , sudah ada 7.500an yang memperoleh beasiswa itu ," ungkap bupati .

Sebagai pelengkap semangat Jember Kota Ramah HAM , pemerintah hadir saat buruh migran bermasalah dan melindungi kelompok minoritas yang ada di Jember .

(Nu2g)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman