Breaking

Sabtu, 04 Mei 2019

Hadiri Acara Lepas Pisah Siswa Kleas IX SMP , Wabup Muqit Arief Sampaikan 4 Pesan Kepada Siswa

Ket.foto :  Wabup Muqit Arief saat memberikan sambutannya

Peduli Rakyat News | Jember,- Saat menghadiri acara lepas pisah siswa kelas IX SMP 3 Jember yang digelar di gedung Soetarjo Sabtu 4 Mei 2019 , Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief memberikan 4 pesan kepada ratusan siswa Kelas IX SMP 3 Jember yang lulus tahun ini .

Pesan pertama yang disampaikan Wabup Muqit Arief yaitu meminta semua siswa mengakhiri tradisi perayaan kelulusan yang dilakukan dengan cara mencoret seragam . Saat lulus , siswa semestinya mensyukuri dengan cara yang baik .

"Bersyukur itu bukan kemudian dengan pawai hingga mengganggu pengguna jalan . Bersyukur itu dengan yang benar , " ujar Wabup Muqit Arief .
Ket.foto : Ratusan siswa saat mengikuti prosesi acara

Wabup Muqit Arief mengatakan bahwa , tradisi lama seperti corat coret baju maupun pawai di jalanan sebaiknya segera diakhiri . Tradisi itu lebih baik diganti dengan kegiatan berbagi kepada orang lain , ujarnya .

Pesan kedua yang disampaikan Wabup Muqit Arief , sebagai calon pemimpin masa depan , siswa sebaiknya tidak hanya  mengasah kecerdasan intelektual . Generasi muda ini sebaiknya juga mendalami sejarah bangsa .

Untuk pesan yang ketiga yang disampaikan Wabup Muqit Arief , semua sekolah di Jember harus menjadi sekolah yang inklusi dan penuh toleran serta mengerti kebhinekaan .

Menurut Wabup Muqit Arief  , SD dan SMP adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan , karena apa yang ditanamkan sekarang ,  insyaallah, akan terpatri dalam jiwanya , " ujarnya .

Wabup Muqit Arief menambahkan , di Jember sendiri , terdapat beberapa sekolah dengan siswa yang berbeda agama yang belajar bersama . "Jember sebagai salah satu kota terbesar ketiga di Jawa Timur juga sebagai pusat pendidikan ."ujarnya .

Sedangkan pesan ke empat yang disampaikan Wabup Muqit Arief , semua siswa harus terus belajar . Tidak boleh lelah , karena tidak belajar akan menciptakan kebodohan. Sedangkan kebodohan adalah bencana . "Belajar itu seperti mengayuh sepeda, harus terus dikayuh," tuturnya .

Dalam kesempatan itu , Wabup Muqit Arief memberikan apresiasi atas terbitnya karya siswa SMPN 3 Jember , yakni sebuah ontologi puisi . "Ini sebuah kebanggaan bagi kita semua, karena masih di tingkat SMP sudah bisa membuat ontologi puisi dan mendapatkan penghargaan nasional , " katanya .

Lebih lanjut Wabup Muqit Arief menjelaskan menciptakan puisi bukan hanya merangkai kata . Orang yang biasa merangkai puisi pasti memiliki kepekaan lebih ." Karena di dalam puisi terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik . Orang yang tidak memiliki kepekaan terhadap unsur di sekitar maka tidak bisa menciptakan puisi yang sangat bagus . Ini yang perlu kita apresiasi , " ujarnya .

Anang selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara Lepas Pisah Siswa Kelas IX ini diikuti oleh sekitar 287 siswa . Untuk acara lepas pisah ini juga adalah puncak kegiatan siswa selama belajar di SMPN 3 Jember .

Wakasek Urusan Akademik Nur Sujayanto dalam kesempatan yang juga menyampaikan bahwa pelepasan ini bukan hanya simbol pelepasan , tetapi juga momen peluncuran karya tulisan siswa . "Di dalamnya juga ada kreatifitas siswa ," katanya .

Diakhir pernyataannya , Nur Sujayanto berharap pelepasan ini mengiringi siswa tumbuh kembang menjadi insan yang berakhlak mulia , cerdas dan berdaya saing di masa depan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman