Breaking

Jumat, 15 Maret 2019

LA jaminkan potong leher kalau IUP Tambang wawonii tidak di cabut.



Peduli Rakyat News | Sultra, sederetan aksi demo baik  bersamaan atau terpisah yang dilakukan oleh mahasiswa, organisasi dan masyarakat akhir akhir ini, termasuk yang menimbulkan korban kekerasan serta perusakan pasilitas umum dan kendaraan, membuahkan hasil sebagai wujudnya pada aksi jilid dua yang di lakukan oleh ribuan massa yang menamakan dirinya Front Rakyat Sultra bela wawonii di kantor gubernur sultra, kamis 14/3/19.

Aksi ini kembali menuntut dan meminta gubernur sultra Ali Mazi untuk segera menindak lanjuti pembekuan Izin Usaha Pertambangan(IUP) untuk selanjutnya mencabut izin yang di maksudkan.
Mando Maskuri sebagai koordinator aksi mengatakan bahwa terbitnya IUP di wawonii tersebut ada kaitannya dengan lukman abunawas wakil Gubernur sultra saat ini, di mana waktu itu LA adalah Bupati Konawe, sementara wawonii saat itu masih wilayah Kabupaten Konawe sebelum mekar menjadi Konawe kepulauan tambahnya.

Selang beberapa saat, wagub LA di dampingi Plt. Kadis ESDM bersama Biro Hukum menemui warga yang sedang melakukan aksi damai tersebut.  Beliau di hadapan massa pendemo menjamin akan memenuhi tuntutan warganya dan LA mengatakan bahwa sebelumnya saya mewakili Ali mazi selaku kepala daerah  (gebernur dan wagub) bersama Pihak ESDM (plt. Kadis) Sultra telah mengadakan rapat tertutup yang juga dihadiri oleh biro hukum, yang merupakan rapat lanjutan sebelumnya pada tanggal 12/3/19 yang mana pada saat itu telah ada pemberitahuan pemberhentian dan larangan kegiatan di wilayah IUP tersebut dan ini sudah final demikian jelas LA yang di sambut tepuk tangan dan sorakan gembira massa.

Beliau juga menyampaikan sebagai  bagian dari upaya untuk memekarkan Konkep dari kabupaten Konawe pada tahun 2013 setelah 4 tahun  berjuang bersama warga wawonii, dan mengingat IUP tersebut terbit di wilayah administrasi kabupaten Konawe saat itu dan tidak secara mutlak dilakukan, dan saya tidak mungkin mengorbankan masyarakat wawonii dalam hal ini termasuk pencemaran lingkungan akibat IUP dan wawonii banyak potensi selain tambang, disana ada perikanan pertanian dan masih banyak lagi sektor sektor, dan saya yakin warga konkep yang cinta damai pasti tetap menjaga keamanan dan persatuan untuk memajukan daerah terutama pembangunannya, masyarakatnya. jangankan tenaga atau materi tetapi nyawapun ku pertaruhkan untuk wargaku tutup wagub sultra Lukman abunawas yang sempat menjabat bupati Konawe 2 periode tersbut.

Di tempat yang sama PRN sempat juga menemui dan meminta tanggapannya terkait aksi dan tuntutan massa, Fajar mahasiswa Fakultas perikanan UHO ini menyambut baik atas di cabutnya IUP tersebut, dia juga menambahkan bahwa potensi perikanan di wawonii sangat bagus dan tentunya kami sangat mendukung langkah pemerintah tersebut yang di aminkan oleh perwakilan warga wawonii yang kuliah di fakuktas perikanan UHO, lita.
AR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman