Ibu 60 tahun, Penderita epilepsi kerbakar saat memasak


Ket.foto : Ibu nuru dalam penanganan medis RS. Bahteramas Sultra.

Peduli Rakyat News | sultra, Nuru (60) warga Desa Poniponiki, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara yang mengidap penyakit ayan (epilepsi) mengalami luka bakar cukup parah pada bagian tubuh sebelah kanan, akibat terkena bara api saat memasak, wanita yang tinggal di gubuk berdua bersama sang suami tahir (80), rabu pagi, 27/3/19 dikediamannya.

Ibu Nuru (panggilan sehari hari) saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Di dampingi keluarganya lisratin menceritakan, Nuru dan suaminya adalah Pasangan suami istri yang tidak memilik anak. Di usia mereka yang sudah uzur ini, hanya mengandalkan pemberian dari keluarga dan tetangga.

Sementara keluarga yang lain Sri, menjelaskan ibu Nuru mengidap epilepsi (ayan). Nah, Penyakitnya ini kambuh saat memasak dan tubuhnya terjatuh di atas api, pada saat ibu mengangkat masakannya saat bersamaan penyakitnya kambuh dan kejang-kejang langsung jatuh diatas bara api, yang mengakibatkan adanya luka bakar pada tubuh sebelah kanan.

Untungnya beliau (Korban) tersadar dan berlari minta pertolongan tetangga. Tetangga yang melihat kondisi bu nuru, Langsung membawa ke puskemas, selanjutnya dirujuk ke RS. Bahteramas,” ungkap Sri.

Berdasarkan pantauan PRN, di RS Bahteramas, Kamis (28/3/2019), kondisi Nuru semakin membaik. Kepala Dinas Kesehatan Konut Nurjannah Efendi bersama tim medis Kantor Penghubung Konut turut mendampingi Nuru. Sedangkan suaminya Tahir tidak ikut karena terbaring sakit di rumahnya.

Nurjannah mengatakan, segala kepengurusan jamkesda dan identitas kependudukan pasutri ini dipastikan tuntas hari ini. Pihaknya juga telah menyiagakan tim medis mendampingi pasien dan memberikam sedikit santunan.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Konut Ruksamin mengaku marah mengetahui warganya itu belum memilik kartu tanda penduduk (KTP) dan jaminan kesehatan daerah (jamkesda) gratis. Padahal, pemda menganggarkan Rp. 7 miliar untuk jamkesda, serta kepengurusan identitas penduduk tanpa pengutan biaya. Akan tetapi, terkadang pihak pelayanan warga dalam hal ini pemerintah kecamatan dan desa kurang tanggap.

“sesaat setalah mendapat informasi warganya terkena musibah, beliau langsung instruksikan dinas kesehatan, dinas dukcapil, dinas sosial, dan pemerintah kecamatan turun tangan langsung menangani segala kebutuhan ibu nuru, termasuk mengawal proses pegobatan mulai dari puskemas sampai di RS. Bahtermas,” Tegas bupati Ruksamin kepada pejabatnya.

Lisratin mengucapkan banyak terima kasih atas kesigapan pemerintah dalam hal ini, tutupnya.

Penulis AR

Posting Komentar

0 Komentar