Breaking

Jumat, 08 Februari 2019

"Tegak Lurus atau Keluar " , Sikap Tegas Bupati Faida


PEDULI RAKYAT News | jember,- Dua kata Itulah yang ditegaskan Oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam acara melantik dua pejabat pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Pelantikan pejabat eselon dua itu berlangsung di pendopo Wahyawibawagraha, Kamis sore ( 07 Februari 2019)

Dua pejabat papan atas yang dilantik tersebut yaitu Isman Sutomo, SH., M.Si sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah dan drh. Andi Prastowo, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan.
Dalam pidato pengarahannya, bupati mengingatkan pejabat yang dilantik untuk mengambil kesempatan dengan berbuat baik, mengendalikan diri, dan menolak korupsi maupun pungli.

Menurut Bupati Faida , Ambillah kesempatan berbuat baik dalam jabatan , kendalikan diri, berkata tidak pada korupsi dan pungli . Lebih kongkrit Faida mengatakan bahwa berada dalam barisan tegak lurus atau keluar dari barisan tegak lurus," tegasnya . "Mereka yang beriman menyadari bahwa jabatan hanyalah sementara," namun sebaliknya bagi pejabat yang kesulitan tegak lurus untuk secepatnya membuat surat pengunduran diri sebelum celaka dan menjadi penyesalan di kemudian hari.

Untuk pejabat yang sudah mendekati masa pensiun , bupati mendorong bersemangat untuk tetap bekerja dengan baik. Sebab , jabatannya masih sama dengan yang lain dan bisa pensiun dengan terhormat tanpa ada sandungan kasus hukum , hal ini diungkapkan Bupati Faida bukan tanpa sebab karena jika pejabat itu bekerja tidak dengan baik , meski beberapa hari menjelang pensuin bisa saja tersandung kasus hukum misalnya terkena operasi tangkap tangan (OTT)

Kepada puluhan wartawan , Bupati Faida kembali menegaskan bahwa , pelantikan ini khusus hanya pelantikan eselon dua atau disebut juga Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di organisasi perangkat daerah (OPD). Jabatan ini berkuasa atas anggaran yang begitu banyak.
Bupati menyebut sudah terkenal ada dinas basah - dinas kering . Penyebutan dinas basah dan dinas kering , kata Bupati adalah mereka yang memang ingin dapat kesempatan atau manfaat pribadi dari anggaran yang ada .
"Bagi saya, amanat itu tidak dikaitkan dengan dinas basah atau dinas kering dan hal ini tidak berlaku disini," tegasnya . Jabatan ini bukan untuk kepentingan pribadi. “Jadi tidak usah meributkan jabatan basah atau jabatan kering,” tegas , Faida .

Bupati mengaku memang dimasa kepemimpinannya , ada temuan semacam itu , pejabatnya pun telah diberikan teguran dan peringatan . Namanya juga membuat suatu perubahan , memang perlu bertahap dan berwarna . Saya dan wakil bupati berkomitmen sekuat tenaga," untuk merubahnya menjadi baik , tegasnya .

Bagi bupati, sudah selayaknya pimpinan mengingatkan anggotanya , jangan sampai tergoda dengan pihak internal maupun eksternal , karena sudah banyak yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) aparat penegak hukum "Saya tidak ingin ada yang menyesal gara-gara menjabat sebagai kepala dinas eselon dua, mempunyai kewenangan yang besar terhadap anggaran , kemudian celaka gara-gara tidak bisa mengendalikan diri," jelasnya.

Pada ulasan terakhir Bupati menegaskan , ada dua pilihan bagi anggotanya yakni menjadi satu komando dalam tegak lurus atau keluar dari barisan. “Keluar dari barisan berarti macam-macam. Seperti tertangkap, atau pensiun dini secara terhormat,” tegas Bupati .(Nu2g)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman