Breaking

Minggu, 24 Februari 2019

Nelayan Konut, Bersyukur Mendapat Bantuan Kapal

Bantuan Kapal KKP 2018

PEDULI RAKYAT News | Pantai Desa Tanjung Laimeo Kecamatan Saja Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan wilayah potensi penghasil ikan terbesar di daerah tersebut.

Hal itu terlihat dari hasil tangkapan nelayan setempat , setiap hari mereka (Nelayan) setiap hari dapat menjual hasil tangkapannya mencapai 500 Kg sampai 1 ton.

Aras Moita selaku Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Kadappo Desa Laimeo menjelaskan bahwa  nelayan didesa ini setiap hari bekerja menangkap ikan dilaut, ini sudah menjadi warisan dari turun-temurun dalam memenuhi kebutuhan harian. seiring waktu berjalan, kami mulai menyesuaikan perkembangan jaman apalagi kami sering mendapat pembinaan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Konut.

" Disini kebanyakan nelayan tradisional sejak dulu, dan tahun 2016 melalui koperasi, kami mengusulkan alat tangkap modern sehingga tahun 2018 kami mendapat bantuan kapal sebanyak 5 unit dari kementerian kelautan republik indonesia" kata Aras.

Menurutnya, Bantuan kapal beserta mesin dan alat tangkap ikan yang berasal dari Pemerintah Pusat, telah digunakan dengan baik kendatipun masyarakat nelayan masih membutuhkan 6 unit kapal type yang sama yakni 3GT Type MP3.

" Dari 11 Kelompok Usaha Bersama yang menjadi mitra Koperasi Kadappo, masih ada 6 KUB yang belum punya alat tangkap yang memadai seperti yang telah kami terima. semoga usulan tambahan kami bisa diakomodir pada tahap selanjutnya" Harap pria yang dikenal aktivis relawan Jokowi tersebut pada Minggu ( 24/02/2019).

Ditempat yang sama, Andi Risal Ketua KUB Usaha Bersama Desa Ulu Sawa mengatakan Produksi hasil tangkapan ikan didaerah ini cukup besar. Namun masih banyak nelayan yang belum memiliki alat tangkap ikan yang memadai.

" Terimakasih Bapak Jokowi dan Menteri KKP RI telah memberikan bantuan tahun 2018 kemarin .kami sudah dapat 1 unit kapal 3GT lengkap dengan mesin dan alat tangkap berupa jaring pukat dan pancing rawai" ucap Hajudin kepada wartawan PRN.
(Asis Rianto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman