Breaking

Senin, 18 Februari 2019

KEMBALI MEMANAS, Sopir Truck Pasir Memaksa Untuk Membuka Jalan Menuju Tambang


PEDULI RAKYAT NEWS,  LUMAJANG.(18/02/2019) Pagi tadi permasalahan penutupan jalan di perbatasan Ds. Jugosari-Ds. Jarit dan di dsn. Uranggantung kembali memanas dikarenakan aksi unjuk rasa sopir truck yang memaksa pembukaan portal menuju areal tambang pasir.

Sekitar 10.50 wib sopir berkumpul diportal dan bertemu dengan warga yang menolak dibukanya portal Dengan jumlah warga sekitar 150 orang. Kemudian perwakilan warga pro dan kontra  melaksanakan pertemuan di rumah Sdr. Samsul Dusun Uranggantung Desa Jarit Kec pasirian Kab Lumajang.

Para sopir truck menuntut Karena pembangunan jalan tambang telah melebihi batas waktu yang ditentukan dan pembangunan jalan tambang hingga saat ini jalan belum selesai, Warga siap melakukan negosiasi akan tetapi selama ini sebagian sopir sering kali melakukan pelanggaran sehingga jika dilakukan kompensasi warga sudah terlanjur tidak menyetujui.Jika jalan dsn. Uranggantung di buka maka truck pasir akan banyak melintas di dsn. Uranggantung dan masyarakat bisa terganggu.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan melalui sambungan telfon yang saat ini sedang menerima kunjungan DPR RI di Mapolda Jawa Timur bahwa
“ kalau ada yg anarkis, saya akan tangkap dan proses hukum. saya akan cari siapa master mindnya. negara ini adalah negara hukum, semuanya harus sesuai aturan yang ada. tidak boleh ada yang memaksakan kehendaknya sendiri. saya minta agar gunakan jalur mediasi dan komunikasi untuk mencari kesepakatan yang win-win .” Ujar Arsal

Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Eko Hari Sucahyo SH menyampaikan
“Saya harap kepada kedua belah pihak agar sama-sama bersabar agar tidak dirugikan karena ini sifatnya untuk sementara waktu, Kami siap untuk mengantar perwakilan warga kepada Bupati Lumajang” ujarnya

Kesepakatan antara perwakilan sopir truck dengan warga Dusun Uranggantung dibacakan oleh Kades Jugosari dan hasil kesepakatan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak kemudian pada pukul 13.00 wib warga membubarkan diri dengan tertib.

Akhir nya masa dari sopir Armada Truck pasir membubarkan diri setelah disetujuinya kesepakatan perpanjangan jangka waktu untuk penyelesaian pengerjaan jalur alternatif menuju tambang pasir.
(Stmn/Fsal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman