Breaking

Jumat, 22 Februari 2019

Bupati Faida : Hoax Adalah Gangguan Rasa Kebangsaan Kita Saat Ini


PEDULI RAKYAT News | Jember,- Berada di aula VIP Stasiun Jember , Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR menerima kunjungan Ketua Suluh Prof. Dr. Mohammad Mahmud MD.SH.SU , Kamis sore (21/02/2019) . Kedatangan Rombongan Mahmud MD disambut meriah oleh Bupati dan puluhan pegawai stasiun Jember . Dalam sambutannya , Bupati menyatakan saat ini rasa kebangsaan kita sedang terganggu . Gangguan itu , salah salah satunya berasal dari berita hoax .

Hampir sebagian banyak orang menilai bahwa hoax itu adalah hal yang biasa , namun sebetulnya hal itu justru memecah belah bangsa dan merusak etika berbudaya berbangsa dan bernegara , ujar Bupati . Bagi Bangsa Negara Indonesia , hoax adalah kata-kata yang tidak bertanggungjawab , yang tidak bisa dibiarkan , tidak boleh dianggap remeh , harus dilawan dan diluruskan . "Orang harus cerdas membedakan yang mana yang hoax, yang mana yang fakta," tegasnya .

Bupati di Stasiun Jember bersama Ketua Suluh Kebangsaan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., yang melakukan Jelajah Kebangsaan menggunakan kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi . Jelajah kebangsaan ini menurut sangatlah bermanfaat untuk menjaga rasa kebangsaan dan persatuan negera kita," tegas Bupati .

Jelajah Kebangsaan sebenarnya tidak ada jadwal ke Kabupaten Jember . Namun, mampirnya tim Jelajah Kebangsaan ini menurut Bupati Faida sangat berarti bagi semua . Prof. Mahfud MD menyampaikan , poin penting dari perjalanan Jelajah Kebangsaan ini akibat rasa risau karena pemilu yang biasanya disebut sebagai pesta demokrasi rakyat justru bagi sebagian orang dirasakan sebagai teror , bukan pesta lagi . "Karena terdapat orang yang saling membenci dan saling melemparkan issue sehingga menimbulkan keresahan bagi kelangsungan ikatan kebersatuan kita sebagai orang Indonesia," terangnya .

Prof. Mahfud MD mengatakan , dilakukannya penjelajahan kebangsaan ini untuk memberitahu kepada masyarakat supaya Pemilu ini dimanfaatkan untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat yang nantinya akan diterima siapapun yang akan terpilih .
"Hentikan permusuhan-permusuhan itu sampai dengan 17 April sore . Kalau sudah pencoblosan , tunggu saja siapapun yang menang kita taati," tuturnya . Jika terdapat kecurangan ada pengadilannya ada MK . Sehingga kita hidup bisa berpemilu , berdemokrasi ini dengan tertib , jangan melempar hoax.


Menurut Prof. Mahmud MD  , Mari kita sukseskan pemilu sebagai pesta demokrasi , pesta itu tidak ada yang menakutkan ,pesta itu selalu menyenangkan," ujarnya .
Pesta demokrasi itu memilih calon-calon wakil kita sendiri , partai sendiri dan pasangan menurut selera kita masing-masing .
"Mari kita bersatu  memilih pemimpin dan wakil rakyat hanya lima tahun , sedangkan ikatan persaudaraan kita untuk selamanya . Selama Indonesia masih ada ,  kita masih bersaudara sebagai sesama anak bangsa," tegasnya .
(Nu2g/Fsl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman