Breaking

Selasa, 08 Januari 2019

Gandeng BNI, Warung Berjaringan Siap Realisasi

Tak Nunggu Lama, Januari ini Sudah Mulai Kerja


Peduli Rakyat News| Jember, Janji kerja warung kopi dan warung berjaringan di Jember, rupanya bukan hanya pemanis di masa kampaye. Buktinya, Bupati Faida serius menggarapnya. Bahkan sudah mulai menggandeng BNI jadi mitranya.

Bukti kerja nyata Faida - Muqit untuk warung berjaringan milik rakyat, dimulainya dengan penandatangan MoU Pemkab Jember bersama BNI di kantor pusatnya Jakarta, Senin (7/1) sore. BNI sepakat, siap mem-back up dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sedangkan Bupati Jember, menjadi penjamin peminjaman modal untuk rakyatnya.

Keseriusan lainnya, Bupati Faida merombak nomenkelatur di Disperindag Kabupaten Jember. "Kami bentuk seksi warung rakyat di Disperindag. Seksi satu-satunya di Indonesia," kata Bupati Faida dengan nada bangga.

Sengaja membentuk seksi khusus warung rakyat, tak lain supaya tugas dan kerjanya fokus. Tentu, untuk memuluskan program pro rakyat Faida-Muqit seperti yang termaktub dalam 22 janji kerja. "Sebenarnya sejak tahun lalu (2018, Red) kami sudah serius bekerja untuk warung kopi dan warung rakyat berjaringan di Jember," aku bupati perempuan pertama di Jember tersebut.

Salah satu buktinya, Pemkab Jember sudah mendorong seribu kantin sekolah bela negara yang bakal direalisasikan tahun ini. Sebuah aktivitas penjualan produk lokal di sekolah untuk anak didik. "Selama 2018 sudah kami sosialisasikan ke anak didik, menggunakan produk lokal sama dengan bela negara. Tahun ini mulai kami realisasikan seribu kantin bela negara di sekolah-sekolah," janjinya.

Paling prestisius, era Bupati Faida berani mengeluarkan regulasi 30 persen dari total produk yang dijual toko modern, harus ada produk lokal Jember.

Kebijakan itu tentu mendorong semangat pegiat produk lokal Jember. Sebab mereka, mulai mendapatkan kesempatan berwirausaha yang adil, meski dengan modal yang ala kadarnya.

Supaya semakin greget, sejak MoU ditandatangani bersama pimpinan pusat BNI, program kerja bersama itu sudah mulai digerakkan. "Januari 2019 harus mulai realisasi," tegas bupati bergelar dokter itu.

Kata Bupatu Faida, BNI tak hanya bertugas menyediakan modal untuk penggerak warung berjaringan. Melainkan, mereka juga digandeng untuk mendampingi pemilik warung, belajar tentang managemen keuangannya. "Supaya warungnya bagus, kami juga menggandeng ikatan arsitektur untuk mendisain interior warungnya," imbuhnya.


Sementara itu, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI 46, Catur Budi Harto, menilai ada kesamaan misi bank yang dipimpinnya dengan pemerintahan Bupati Faida. "BNI 46 memiliki program KUR Wisata, kemudian dengan program Bupati Jember tentang pemberdayaan warung kopi, warung berjaringan dan suplier, dirasa linier dengan KUR BNI 46," paparnya.

Keseriusannya membangun kersama dengan Pemkab Jember, diakuinya bukan kali ini saja. Sebab sebelumnya, BNI mengaku puas kerja bareng Pemkab Jember, karena sukses melakukan pendampingan perbankan ke sejumlah pasar tradisional di Jember.

Semakin tambah yakin, setelah melihat keseriusan kepala daerah di Jember, yang berhasil menggarap pendampingan ke beberapa petani bertajuk "Lepas dasi sejahterakan petani".

Kata Catur Budi, BNI bank milik BUMN yang tak hanya menjadi bank penyumbang pendapatan negara. Melainkan juga jadi agen pembangunan. "Nah, lagi-lagi kami nilai Jember bisa jadi daerah percontohan kami," pungkasnya. (rully)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman