Breaking

Minggu, 16 Desember 2018

Diklat MPN Menuju Pers Yang Profesional dan Bermartabat


Banyuwangi , 16 Desember 2018.
Prof. Dr. HM. Khusnuridlo M.Pd Senin (19/12) akan meresmikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Angkatan Ke. 1 Tingkat Nasional Majelis Pers Nasional, yang digelar di pusat Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL), Rogojampi - Banyuwangi. Diklat tingkat nasional ini diikuti oleh 100 wartawan dari berbagai daerah dan berbagai provinsi di  Indonesia, yang telah terisi pengurus MPN.

Guru besar dari Institut Agama Islam  Negri (IAIN) Jember ini, sebagai "Ketua Majelis Pakar" Majelis Pers Nasional (MPN), mengingatkan pada seluruh anggota MPN di Indonesia untuk memiliki tanggungjawab moral atas karya karyanya. Salah satu contoh, tanggungjawab itu dengan mengikuti diklat. Lewat diklat, wartawan sadar akan kemampuan sumber daya manusia (SDM), atas dirinya sendiri.
"Ada tugas utama bagi  wartawan punya tanggungjawab moral atas kesatuan dan persatuan bangsa  ini. Wartawan wajib mengetahui seluruh informasi, tetapi tidak seluruh informasi itu wajib dipublikasikan," tutur Prof. Dr. HM. Khusnurudlo. M.Pd.

"Wartawan wajib memilah dan memilih informasi apabila dipublikasikan tidak memiliki dampak terjadinya perpecahan berbangsa dan bernegara," lanjutnya.

Dalam diklat tingkat nasional pertama ini, paserta akan dibekali dengan wawasan kebangsaan oleh Prof. Dr. HM. Khusnuridlo M.Pd. pembekalan ini bertujuan menjadikan  anggota MPN masih bisa meletakan fungsi pers adalah alat perjuangan bagi kesatuan berbangsa dan bernegara. Di tengah ideologi pers nasional saat ini yang telah bergeser menjadi alat industri.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum MPN, H. Umar Wirohadi SH. MM pergeseran idilogi pers nasional banyak merubah perilaku wartawan di dalam menjalankan profesinya. Diantaranya, dulu apabila terjadi penangkapan pelaku pemalsuan uang, wartawan tidak akan mempublikasikan berita tersebut. Dengan pertimbangan mata uang rupiah akan terjadi gejolak.

"Tapi apa yang terjadi dengan saat ini ? Wartawan dengan enak seolah tanpa beban tidak akan terjadi apa apa terhadap nilai rupiah. Maka saya selaku Ketua Umum MPN sangat berharap wartawan setelah ikut diklat lebih memiliki tanggungjawab. Wartawan sebagai pilar ke empat dari nilai kebangsaan". tuturnya.

"Kepada seluruh anggota MPN di seluruh Indonesia yang mengikuti diklat saya ucapkan selamat datang, dan selamat menyongsong hadirnya wartawan di alam digital,  dengan perubahan dunia tanpa kertas ," lanjut Abah Umar panggilan akrab Ketua Umum MPN.
(Ist).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman